Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

kamu, kenangan 3 tahun yang lalu

Hai kamu :) Apa kabar? Semoga Allah selalu melindungi dan melancarkan segala keinginanmu. Amin O:) Sudah 3 tahun kita tak saling sapa. Kamu pernah melihatku lagi ketika aku sedang hangout bersama 2 sahabatku. Tapi.....aku tahu kamu takkan pernah menyapaku. Karena kamu tahu kalau aku paling tidak suka sama yg namanya 'mantan'. Jujur, terkadang aku masih ingin bertemu denganmu lagi. Memutuskan hubungan kita memang tindakanku. Asal kamu tahu saja, bukan aku sudah tak sayang denganmu, tapi aku sangat menginginkan sesuatu yang baru dalam hidupku. Selain itu juga karena aku tahu aku akan melanjutkan kuliah di kampus yang 95% adalah laki-laki, aku takut tergoda dan menduakanmu. Bisa saja aku mempertahankanmu. Sangat bisa. Karena aku orangnya setia. Tapi ada 1 hal yang perlu kamu tahu mengapa aku tetap memutuskan hubungan kita adalah, aku pernah membaca komentar di status mantanmu yang kebetulan temanku sejak TK, bahwasannya kamu lebih suka jika "dia" yang membalas smsm...

Karma

Suatu saat ketika kamu kembali, kamu akan merasakan bagaimana rasanya dikecewakan. Kamu ingin kembali dan memulainya dari 0 hingga terakhir kita berkomunikasi. Dan kamu (mungkin) sudah membayangkan betapa bahagianya kamu (dan aku) bersama lagi, bercanda tawa lagi seperti dulu. Kamu salah. Tidak seperti itu yang kamu dapatkan. Kamu akan merasakan kekecewaan itu bukan dalam berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan, tapi kamu akan merasakan itu hanya dalam sekejap. Iya. Sekejap. Ibarat kertas yang baru saja kau beli, bukan kau gunakan dengan baik, kamu malah merobeknya hingga menjadi bagian-bagian kecil dari kertas yang kau robek. Bagaikan kaca yang baru saja dibuat. Ketika dibawa oleh 2 orang dari satu tempat ke tempat yang lain, malah ada yang menabraknya. Retak. Pecah. Hancur berkeping-keping hingga tak berupa. Sakit. Seperti itulah yang akan kamu rasakan. Sama seperti yang aku rasakan sejak terakhir kita bertemu hingga terakhir kita berkomunikasi. Atau bisa saja, kamu malah...

Terpukau

Gambar
Dear dee, aku memang kaku, aku memang tak sehangat dirimu, aku juga tak se-semangat dirimu dalam berkomunikasi dan memang aku tak terlihat tertarik dengan apa yang kamu bicarakan. Tapi dengan aku yang tampak seperti itu, bukan berarti aku tak merekam apa yang kamu lakukan untukku. Justru aku sedang merekamnya dalam memoriku, dan aku masih ingat kebaikan yang kamu lakukan untukku. Aku tidak pernah marah padamu meskipun kamu pernah marah padaku gara-gara  miss communication  untuk  first meet up  kita. Pernah memang aku terlihat marah denganmu, tapi itu karena aku lelah. Lelah raga dan pikiran. Kakak, aku hanya gadis biasa yang suka berkhayal dan mempunyai harapan besar denganmu untuk lebih serius. Mungkin lagu ini dapat mewakili apa yang aku rasakan. Aku tidak memaksamu untuk mau denganku, tapi aku akan lebih senang jika kamu juga merasakan apa yang aku rasakan. :) From your 'bakpao'