Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Yang Tak Terlihat

Hi! Kini aku tersadar, aku bukanlah yg diinginkannya. Bukan. Ya mungkin dia memang sudah mapan, masa depan cemerlang, tapi satu hal yang harus kau sadari, dia penjahat hati seseorang yang tulus! Sangat tulus! Sampai kau tak memahami ketulusan orang tersebut. Dan kau tidak akan sadar kalau orang tersebut benar-benar tulus. Mulanya dia akan bersikap baik. Baik sekali sampai kau akan terhipnotis dengan apa yang dilakukannya terhadapmu. Dari sikapnya yang enjoy , perkataannya yang (mungkin) bisa dibilang sangat terbiasa seolah sudah kenal sejak lama, dan kebaikannya yang membuat hatimu meleleh. Kau akan menanamkan benih ketulusan. Kemudian kau akan naik ke lembah. Dan kau akan berharap setinggi-tingginya bahwa ketulusanmu akan sampai ke puncak. Tidak. Itu hanya mimpi. Ya, mimpi. Khayalanmu terlalu tinggi. Jangan gunakan kelebihanmu untuk berpikir yang mustahil. Asal kau tahu saja, ketika kau berada di lembah ketulusanmu, dia akan menghindar dan terus menghindar sampai kau tidak...

Letter for U

Hai kamu, apa kabar? Aku disini selalu merindukanmu, apa km juga merindukan aku?? 1 minggu sudah tanpa kabarmu. Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga km sehat selalu :) Amin. Maaf ya kalau aku mungkin membuatmu terusik, sebal, dan pekerjaanmu terganggu karena aku. Aku tahu kok kalau km mencoba menghindar dr aku. Tp apa yg membuatmu menghindari aku? Karna aku memalukan? Atau karna ada yg lebih baik dr aku? Atau mungkin karna pekerjaanmu? Mungkin. Entah hanya km dan Tuhan yg tahu pasti alasannya. Maaf juga kalau aku terlalu cepat mengambil hati padamu. Terima kasih telah menemaniku sebelum km sibuk dengan pekerjaanmu. Terima kasih atas pemberianmu kepadaku. Terima kasih telah membuatku nyaman. Iya km memang orang asing yg baru beberapa hari aku kenal, tp rasanya seperti udh kenal lama, dan mungkin itu hanya perasaanku saja. :') Kalau pun memang alasan km menghindar dariku adalah karna ada yg lebih baik dr aku mnurut penilaianmu, semoga memang itu lebih baik dr aku. Yah baik dari ...

Confused :3

Selalu bingung dengan keadaan yg seperti ini. Kalau percaya, kepercayaan saya dikhianati. Kalau tidak percaya, orangnya baik dan tulus sama saya. Saya ini seharusnya percaya atau enggak sih?? Ya memang sih, percaya itu sama Allah SWT saja, kalau itu mah selalu percaya saya. Kalau sama orang lain?? Saya bingung, kenapa kalau saya menyayangi orang dg tulus, orang tsb mengkhianati saya. Tapi kalo saya hanya setengah hati, orang tsb menyayangi saya dg tulus. Kapan ya saya mengetahui ketulusan orang lain kepada saya?? Dan untuk Anda, saya gak tahu harus mempercayai Anda atau tidak. Jujur, tidak hanya sekali Anda berhasil membuat saya cemburu. Saya tidak tahu harus marah atau tidak. Karena kalo saya marah, saya berpikir "memang saya ini siapanya Anda? Apa hak saya untuk marah kepada Anda?" Tapi kalo saya gak marah, Anda tidak akan pernah tahu apa yang saya rasakan. Saya maklumi kok kalau sebagian besar lelaki itu cuek, tp bukan berarti ketika saya mencuekkan Anda, saya tidak me...

Dear God

Dear god, Entah ini stres yang ke berapa, yang pasti tiap minggu aku stres sejak dia mulai mengabaikanku dan melupakanku 23 Nov 2014 lalu. Aku selalu merindukannya dan aku gak tau apa yang dia rasa. Aku rindu tawanya. Aku rindu tingkah lucunya. Aku rindu aroma parfum dari tubuhnya. Aku rindu kejahilannya. Dan yahh, aku merindukan semua darinya. :"D Tuhan, bolehkah aku menyampaikan padanya? Bolehkah aku menyapanya tiap pagi? Atau aku memang harus menahannya Tuhan? Rasanya aku ingin menangis. Tapi dimana? Di kos? Selalu lelah ketika sampai kos. Lelah jiwa+raga. Aku bingung Tuhan bagaimana aku harus mengeluarkan air mata ini. Semakin ditahan, rasanya rindu itu semakin mendalam, semakin memikirkannya, dan stresku semakin parah. Apa yang harus kulakukan Tuhan? Menceritakan apa yang kurasa pada seorang sahabat? Sudah kulakukan. Memang hampir berhasil aku mengeluarkannya. Tapi aku paling benci menangis didepan orang lain. Dan itu hambatannya jika aku menceritakan pada orang lain. Huj...