Sepotong Hati yang Retak
Akhirnya aku dekat dengan orang yg aku suka selama ini. Dia kakak kelas kuliah ku. Tapi berbeda jurusan. Mulanya aku takut untuk mengambil hati. Aku masih trauma. Trauma menjadi orang ketiga. Tapi ternyata dia tidak punya kekasih. Dia murni single . Ketika aku tahu kalau dia serius, aku baru berani ambil hati. Hingga suatu hari dia meretakkan hatiku. Masalahnya simpel, hanya karena dia tidak mau membukakan password handphonenya. Hari itu tepat beberapa jam sebelum acara resepsi pernikahan kakakku. Aku memegang handphonenya. Tapi karena ada passwordnya, aku meminta dia untuk membukanya. Gak masalah sih aku gak tau passwordnya apa, aku hanya ingin tau isinya. Berulang kali aku memintanya, tp dia tak juga membukakannya. "Kenapa?", batinku bertanya. Aku memintanya lagi, dia tak juga membukakannya hingga aku mulai marah. Tp untuk menutupi amarahku, aku mengalihkannya dengan bertanya "ada game apa di hpmu?". "Gak ada. Aku gk main game di hp", jawabmu. Aku mulai ...