죄송함니다

Aku rindu
Rindu padamu pengisi hatiku
Aku rindu menyayangi orang lain.
Dia bukan kedua orang tuaku,
Bukan pula saudaraku,
Dan juga bukan sahabat dan teman*ku.
Entahlah
Aku rindu perasaan seperti dulu, tapi bukan dengan orang yg sama.
Apa ini yg dimau oleh Allah agar aku bisa fokus tugas akhir?
Entahlah
Aku sendiri masih belum sepenuhnya fokus. Aku tak mengerti mengapa aku seperti ini.
Banyak orang* disekitarku yg mendukungku untuk fokus dengan tugas akhir.
Kadang aku sedih menjadi diriku yg seperti ini. Aku ingin dengan segera menyelesaikan apa yg telah aku mulai, kuliah. Tapi tiap kali mau menghadap dosen, aku gak berani. Aku merasa kecil. Aku merasa aku belum bisa menjadi orang yg berguna.
Aku juga masih tidak mengerti kenapa dosen pembimbing 2 ku seperti itu? Beliau sendiri yg bilang bahwa beliau dosen pembimbing, bukan dosen penguji. Tapi kenapa rasanya sama saja? Bahkan dosen pengujiku pun rasanya seperti dosen pembimbing. Lebih calm dari dosen pembimbing 2 ku, lebih sabar, dan lebih pengertian. Aku masih gak paham.
Apa sebegitu sombongnya aku ini? Apa sebegitu sok nya aku ini? Rasanya, aku hanya seperti arsip laporan yang sudah tak berguna dimata beliau.
Aku kira cuma aku saja yg dihina, diinjak* harga diriku seperti itu. Ternyata aku salah Besar! Teman*ku yg lain juga diperlakukan seperti itu. Mungkin itu salah satu sebabnya mengapa adik tingkat tidak ada yg mengajukan bapaknya menjadi dosen pembimbing mereka.
Maaf beribu-ribu maaf Pak, jika kami ada salah sama Bapak.
Maafkan kami Pak, jika sikap kami tidak bisa Bapak terima.
Mohon maafkan kami Pak, yang selalu salah dimata Bapak.
Tolong maafkan kami Pak, jika selalu membuat Bapak jengkel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tertawan