Sepotong Hati yang Retak
Akhirnya aku dekat dengan orang yg aku suka selama ini. Dia kakak kelas kuliah ku. Tapi berbeda jurusan. Mulanya aku takut untuk mengambil hati. Aku masih trauma. Trauma menjadi orang ketiga. Tapi ternyata dia tidak punya kekasih. Dia murni single. Ketika aku tahu kalau dia serius, aku baru berani ambil hati. Hingga suatu hari dia meretakkan hatiku. Masalahnya simpel, hanya karena dia tidak mau membukakan password handphonenya. Hari itu tepat beberapa jam sebelum acara resepsi pernikahan kakakku. Aku memegang handphonenya. Tapi karena ada passwordnya, aku meminta dia untuk membukanya. Gak masalah sih aku gak tau passwordnya apa, aku hanya ingin tau isinya. Berulang kali aku memintanya, tp dia tak juga membukakannya. "Kenapa?", batinku bertanya. Aku memintanya lagi, dia tak juga membukakannya hingga aku mulai marah. Tp untuk menutupi amarahku, aku mengalihkannya dengan bertanya "ada game apa di hpmu?". "Gak ada. Aku gk main game di hp", jawabmu. Aku mulai tak bisa menutupi amarahku. Akhirnya aku pun mulai tk peduli dengannya. Aku main hpku sendiri. Masih mencoba mengalihkan amarahku. Aku tau, dia melihatku. Mencoba untuk membaca mimik wajahku. Hingga akhirnya dia pulang ke penginapan dekat rumahku. Sesampai disana, dia mengirim pesan kepadaku "Kamu marah ya dek?". Aku berusaha untuk menjawab tidak dan masih mengalikan amarah dan negative thinking ku. "Kenapa sih gk boleh? Kamu masih nyimpen foto mantanmu ta?", pertanyaan itu terus menghantui pikiranku hingga aku tidak bisa tidur. Lalu dia menjelaskan alasan kenapa dia tidak mau membukakan password hpnya. Aku berusaha mengerti, tp negative thinking itu masih terngiang. Aku gak habis fikir kenapa kamu seperti itu. Kan kamu masih bisa melarangku untuk tidak membuka folder atau aplikasi tertentu. Gak harus dengan cara seperti itu. Dan yang aku gk habis fikir lagi adalah, kamu masih bisa bercanda ketika aku kecewa denganmu seperti itu. Dan tahukah kamu, hingga posting an ini ku tulis, aku masih sulit untuk menerimamu kembali. Jujur, aku belum bener* bisa move on dr masa lalu. Jika belum bener* pulih seperti itu, kecewa sedikit itu susah untuk memulihkannya kembali. Kenapa kamu seperti itu sayang? T.T
Komentar
Posting Komentar