Dear God
Dear god,
Entah ini stres yang ke berapa, yang pasti tiap minggu aku stres sejak dia mulai mengabaikanku dan melupakanku 23 Nov 2014 lalu. Aku selalu merindukannya dan aku gak tau apa yang dia rasa. Aku rindu tawanya. Aku rindu tingkah lucunya. Aku rindu aroma parfum dari tubuhnya. Aku rindu kejahilannya. Dan yahh, aku merindukan semua darinya. :"D
Tuhan, bolehkah aku menyampaikan padanya? Bolehkah aku menyapanya tiap pagi? Atau aku memang harus menahannya Tuhan?
Rasanya aku ingin menangis. Tapi dimana? Di kos? Selalu lelah ketika sampai kos. Lelah jiwa+raga. Aku bingung Tuhan bagaimana aku harus mengeluarkan air mata ini. Semakin ditahan, rasanya rindu itu semakin mendalam, semakin memikirkannya, dan stresku semakin parah. Apa yang harus kulakukan Tuhan? Menceritakan apa yang kurasa pada seorang sahabat? Sudah kulakukan. Memang hampir berhasil aku mengeluarkannya. Tapi aku paling benci menangis didepan orang lain. Dan itu hambatannya jika aku menceritakan pada orang lain.
Hujan. Yah disaat hujan, aku ingin berlarian disana. Sendiri dan menangis. Karena jika aku menangis ketika aku kehujanan, tidak akan ada yang tahu kecuali Engkau.
Tuhan, jika Engkau tidak memperbolehkan menyampaikan rasa rinduku kepadanya, kumohon, sampaikanlah rasa rinduku ini dari angin yang berhembus, daun yang berguguran, atau mungkin debu yang tak kasat mata. Sampaikanlah kepadanya. Bisikan kepadanya bahwa aku merindukannya Tuhan. Sangat merindukannya. :"D
Tuhan, bolehkah aku meminta permohonan? Permohonan itu singkat kok. Tapi mungkin memang butuh proses yang hebat agar benar* yakin. Permohonan itu adalah jadikan 'dia' yang terakhir untukku. Aku lelah jika harus bertemu dengan orang baru, membuka hati baru, dan itu pun belum tentu membuatku nyaman. Sungguh, aku lelah Tuhan jika harus seperti itu lagi. Kumohon Tuhan kabulkanlah permohonanku ini. Entah apa yang membuatku memohonkan permintaan ini kepada-Mu, sejak kita bertemu ada sesuatu yang entah itu membuatku merasa nyaman sekali. Cara bicaranya. Perhatiannya. Tanpa bicara pun dia mengerti. Mungkin itu yang membuatku merasa nyaman tanpa proses yang lama. :')
Your sleve,
Me
Komentar
Posting Komentar