Halte Depan Kampus
"Hai."
"Hai."
"Siapa namamu?"
"Hani. Kamu?", kataku.
"Yudi."
Seketika itu hening.
"Asli Surabaya?"
"Tidak. Saya pendatang.", kataku.
"Oh."
Pembicaraan kami bagaikan baju yang
sudah kering. Garing.
Tak lama kemudian kamu memberhentikan
sebuah taksi.
"Aku duluan ya."
"(aku hanya melemparkan senyum tipis dan menganggukan kepala)"
Mungkin dia tak tahu bahwa sebenarnya
aku pengagum rahasianya.
Diajak bicara seperti itu rasanya cukup
menyesakkan dada.
Huft.
Terima kasih Tuhan telah menghiburku. :)
Komentar
Posting Komentar