Hai Hati Yang Lalu :D
Malam itu, malam pertama kali kita bertemu dimasa jomblomu. 3 Mei 2015. Saat itu juga aku baru saja tiba di kota aku merantau setelah menikmati quality time bersama keluargaku long weekend kemarin. Kita keluar berdua tanpa tujuan. Mengendarai motor tanpa tujuan karena masih ada sedikit canggung diantara kita setelah kejadian hampir 1 tahun yang lalu. Entah kemana tujuan kita sebenarnya, aku hanya nurut saja. Lalu ditengah perjalanan kau mengusulkan perjalanan ke Madura, pulau sebrang kota Surabaya yang masih daerah Jawa Timur. Aku pun setuju meskipun sebenarnya esok hari masih ada UTS hari terakhir.
Cukup jauh, cukup lama, kurang lebih 1 jam perjalanan, tapi lumayan menghiburlah ya. Hehe. Tapi jujur, setelah turun dari jembatan Suramadu, perjalanan masih sangat jauh untuk memasuki perbatasan kota Bangkalan (belok kiri) / Sampang (belok kanan). Disitu seperti desa, sepi pakek banget. Dan supir yang mengendarai bis/truk itu urakan. Ngawur banget. Ngeri ngliatnya. Setelah cukup jauh memasuki kota Bangkalan, akhirnya kami menemukan Alfamart dan Indomaret yang mana jarak diantara keduanya jauh. 1 km mungkin ada. Sampai pantat nih rasanya capek duduk. Dan kami pun berhenti di Alfamart untuk rehat sejenak. Tahu tidak kami membeli apa? Ice cream w*lls. Aduh pengen ketawa rasanya. Masa ya jauh-jauh ke Bangkalan cuman mampir Alfamart buat beli ice cream? Hahaha. Sekitar 15-20 menit berlalu, kami melanjutkan perjalanan pulang. Melewati jembatan Suramadu lagi tentunya. Sewaktu perjalan di jembatan situ, dr arah berlawanan ada mobil mogok. Kami penasaran. Terus sewaktu kamu tanya ke aku "itu mobil bapaknya kenapa ya?" Aku iseng jawab "coba aja tanya bapaknya." Lha kok kamu tanya beneran ke bapaknya. Gak pengen ketawa gimana coba. Salah akunya udah kebelet pipis, jadi makin kebelet. Haduh. Sebelum turun dari jembatan, kamu tanya ke aku "romantis gak sih?" . "Gak biasa aja", kataku. Haha
Gak lama kemudian kami turun dari jembatan tersebut. Aku minta berhenti di pom bensin sebentar. Kemudian kami melanjutkan perjalanan. Entah kenapa ya, perjalanan pulang selalu terasa lebih cepat. Selalu. Kami melewati jalan seperti waktu berangkat, melewati perumahan Pakuwon City. Lalu ketika akan keluar perumahan kamu puter balik buat dengerin ceritaku. Ok fine. Lalu aku mengusulkan untuk mampir sebentar ke East Coast. Maafkan saya ya bang. Salah sendiri pakek puter balik. Haha. Setelah jalan-jalan sebentar, kami pulang. Bukan kami sih, lebih tepatnya kamu mengantarkanku balik ke kos. Setelah sampai di depan kos, kamu mengajakku salaman sebagai tanda perpisahan. Aku pun menyalamimu. Eits. Hampir saja menyentuh tanganmu, aku ingat kalau gak boleh. Hehe. Maafkan saya lagi ya bang, saya lebih takut dengan masa depan yang kekal daripada yang fana'. Kasihan ayah saya bang. Hehe.
Yaps dan begitulah kurang lebihnya cerita malam itu. ^^
Komentar
Posting Komentar