Jatuh
"Jatuh hati? Inikah yang namanya Cinta?"
"Kamukah jodohku?"
"Jatuh hati pada pandangan pertama?"
This questions is so brothering me. Ya pertanyaan* itu yang ada dikepalaku akhir* ini.
Minggu (17092017), aku bertemu dengan sosok yang membuatku jatuh hati pada pandangan pertama. Bayangnya yang membuatku terlihat seperti orang gila karna cinta. Senyum-senyum sendiri. Tersipu malu. Itu yang kurasakan ketika mengingat bayangnya. Ingin bertemu lagi dilain waktu. Mungkinkah? Mungkin saja jika Allah berkehendak. :)
Hari itu, aku diajak budeku ke acara kondangan anak dari ex-co worker budeku dulu. Jujur aku gak tau harus memakai baju apa, dandan seperti apa, ibuku hanya menyarankan memakai baju yang aku pakai waktu lebaran kemarin. Soal dandan, aku dandan sendiri. Sederhana sih, hanya pakai pelembab dan bedak yang biasa aku pakai sehari* hanya saja aku menambahkan cream blush-nya Emina yang warna peach untuk menambah kesan hangat saja pada wajahku. Itupun kalo difoto gak keliatan sama sekali. Setelah itu selesai. Berangkat. Beberapa meter jarak dari rumah, aku baru ingat kalo aku lupa memakai lipstick. Haha. Yasudahlah sudah berangkat juga,gk mungkin aku minta balik cuman mau pake lipstick, udah telat juga. Oh ya waktu itu ayah ku yang anter aku sama budeku.
Oke, back to story.
Sesampai disana (a.k.a tempat kondangan), seperti biasa, isi buku tamu dan menerima snack dan minum. Kebetulan waktu itu kursinya sudah penuh, jadi mau tidak mau harus duduk dikursi dekat pintu masuk. Seperti terima tamu rasanya. Haha. Disana banyak crew photographer yang bertugas untuk mengabadikan moment waktu itu. Awalnya aku hanya melihat 1 fotografer, kalo dr wajah sih mayan lah, cuman postur tubuhnya agak gendut. Dia bertugas mengambil gambar pembicara seperti sambutan dll. Selang beberapa menit, 2 orang keluar dari rumah yang punya acara, lelaki berkemeja merah dan berkaus polo (kalau gk salah). Agak lupa sih, karna semula aku berfokus pada kamera yang mereka bawa. Yang berkemeja merah membawa kamera mirrorless (bener gak sih tulisannya?) dan yang satunya membawa kamera slr. Setelah aku fokus dengan kamera yang mereka bawa, selanjutnya aku fokus dengan lelaki berkemeja merah. Manis. Kata itu yang muncul dalam benakku ketika ku melihatnya.
Senyumnya. Kumisnya. Ahh manisnya 😍.
Dia manis. Banget. Sampai* aku gak ingin menghapus bayangnya dari benakku. Mungkin gak sih ini yang namanya "jatuh hati" seperti kata Raisa?
Komentar
Posting Komentar